11 PENGAWAS DI JAWA BARAT GUGUR SAAT BERTUGAS PADA PEMILU 2019

11 PENGAWAS DI JAWA BARAT GUGUR SAAT BERTUGAS PADA PEMILU 2019

Administrator | Rabu, 24 April 2019 - 10:08:05 WIB
11 PENGAWAS DI JAWA BARAT GUGUR SAAT BERTUGAS PADA PEMILU 2019

Bandung (24/04/2018) ---- Perhelatan pesta Demokrasi 2019 menyisakan duka. Selama kurun waktu 10 s.d. 23 April 2019 pada saat menjelang proses pungut hitung dan setelah pungut hitung, sedikitnya 11 jajaran pengawal demokrasi meninggal dunia karena kelelahan usai menjalankan tugas. Dari 27 kabupaten/ kota di Jawa Barat, terdapat 7 kabupaten kota yang melaporkan data pengawas yang meninggal, yakni kota Bekasi 2 orang, Kab. Tasikmalaya 1 orang, Kab. Bandung 2 orang, Kab. Garut 2 orang, Kab. Subang 2 orang, Kota Tasikmalaya 1 orang, dan Kab. Bogor 1 orang.

Ketua Bawaslu Provinsi Jawa Barat, Abdullah mengatakan, mereka yang wafat adalah pengawas TPS, kecuali 1 orang dari Kab. Garut adalah pengawas PKD. "Para Pengawas Pemilu yang gugur akibat kelelahan pada prses pemilu masa tenang dan pungut hitung. Kecuali 1 orang  yakni Bapak Ohin Cahyana, PTPS 11, Desa Depok, Pakenjeng, Kab Garut, beliau mengalami kecelakaan pada akhir kampanye terbuka", ungkap Abdullah.

Dari data yang diperoleh, dari 11 data pengawas yang meninggal, 5 yang dilaporkan karena sakit yang diduga kelelahan, 3 yang meninggal karena kecelakaan, 2 karena serangan jantung, dan 1 karena pembuluh darah pecah.

"Pemilu kali ini dengan pungut hitung 5 kontestasi sungguh menguras banyak energi dan pikiran. Peserta pemilu yang diawasi semakin banyak, APK dan kertas suara pada pungut hitung juga semakin banyak, sehingga banyak pengawas yang bekerja di luar kapasitasnya. Ada yang kelelahan, sakit, kecelakaan, hingga meninggal dalam bertugas", tambah Abdullah.

Dalam menutup paparannya, ketua Bawaslu Provinsi Jawa Barat beserta seluruh jajaran dibawahnya mengucapkan berbelasungkawa atas kabar duka yang dialami keluarga besar pengawas pemilu. "Kami mewakili seluruh jajaran Bawaslu di Jawa Barat, Bawaslu kabupaten/ kota, Panwascam, PKD, dan seluruh PTPS di Jawa Barat mengucapkan berbela sungkawa atas kejadian ini. Semoga mereka khusnul khatimah, syahid dalam berjuang, dan berjumpa dengan Tuhan dalam hati yang tenang. Insyallah kami sedang melayat keluarga almarhum. Semoga kita semua tetap disehatkan dan dilancarkan dalam bertugas," pungkas Abdullah.

 

.

Informasi Publik

Regulasi

Whistleblowing System

Banner

Agenda Bawaslu

Bawaslu Live Stream

11 PENGAWAS DI JAWA BARAT GUGUR SAAT BERTUGAS PADA PEMILU 2019

Administrator | Rabu, 24 April 2019 - 10:08:05 WIB
11 PENGAWAS DI JAWA BARAT GUGUR SAAT BERTUGAS PADA PEMILU 2019

Bandung (24/04/2018) ---- Perhelatan pesta Demokrasi 2019 menyisakan duka. Selama kurun waktu 10 s.d. 23 April 2019 pada saat menjelang proses pungut hitung dan setelah pungut hitung, sedikitnya 11 jajaran pengawal demokrasi meninggal dunia karena kelelahan usai menjalankan tugas. Dari 27 kabupaten/ kota di Jawa Barat, terdapat 7 kabupaten kota yang melaporkan data pengawas yang meninggal, yakni kota Bekasi 2 orang, Kab. Tasikmalaya 1 orang, Kab. Bandung 2 orang, Kab. Garut 2 orang, Kab. Subang 2 orang, Kota Tasikmalaya 1 orang, dan Kab. Bogor 1 orang.

Ketua Bawaslu Provinsi Jawa Barat, Abdullah mengatakan, mereka yang wafat adalah pengawas TPS, kecuali 1 orang dari Kab. Garut adalah pengawas PKD. "Para Pengawas Pemilu yang gugur akibat kelelahan pada prses pemilu masa tenang dan pungut hitung. Kecuali 1 orang  yakni Bapak Ohin Cahyana, PTPS 11, Desa Depok, Pakenjeng, Kab Garut, beliau mengalami kecelakaan pada akhir kampanye terbuka", ungkap Abdullah.

Dari data yang diperoleh, dari 11 data pengawas yang meninggal, 5 yang dilaporkan karena sakit yang diduga kelelahan, 3 yang meninggal karena kecelakaan, 2 karena serangan jantung, dan 1 karena pembuluh darah pecah.

"Pemilu kali ini dengan pungut hitung 5 kontestasi sungguh menguras banyak energi dan pikiran. Peserta pemilu yang diawasi semakin banyak, APK dan kertas suara pada pungut hitung juga semakin banyak, sehingga banyak pengawas yang bekerja di luar kapasitasnya. Ada yang kelelahan, sakit, kecelakaan, hingga meninggal dalam bertugas", tambah Abdullah.

Dalam menutup paparannya, ketua Bawaslu Provinsi Jawa Barat beserta seluruh jajaran dibawahnya mengucapkan berbelasungkawa atas kabar duka yang dialami keluarga besar pengawas pemilu. "Kami mewakili seluruh jajaran Bawaslu di Jawa Barat, Bawaslu kabupaten/ kota, Panwascam, PKD, dan seluruh PTPS di Jawa Barat mengucapkan berbela sungkawa atas kejadian ini. Semoga mereka khusnul khatimah, syahid dalam berjuang, dan berjumpa dengan Tuhan dalam hati yang tenang. Insyallah kami sedang melayat keluarga almarhum. Semoga kita semua tetap disehatkan dan dilancarkan dalam bertugas," pungkas Abdullah.

 

.