BAWASLU JABAR GELAR KEGIATAN PENINGKATAN KAPASITAS PEREMPUAN DALAM PEMILU 2019

BAWASLU JABAR GELAR KEGIATAN PENINGKATAN KAPASITAS PEREMPUAN DALAM PEMILU 2019

Administrator | Senin, 01 Oktober 2018 - 10:08:39 WIB
BAWASLU JABAR GELAR KEGIATAN PENINGKATAN KAPASITAS PEREMPUAN DALAM PEMILU 2019

Peran wanita dalam kehidupan berbangsa dan bernegara amat lah penting. Jumlah wanita yang demikian besar jika dibandingkan dengan pria perlu diberdayakan sebagai subyek maupun obyek pembangunan bangsa salahsatunya dengan menjadi bagian dari penyelenggara pemilu. 

 Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Jawa Barat belum lama ini (29-30/09) menyelenggarakan kegiatan Peningkatan Kapasitas Perempuan sebagai Penyelenggara Pemilu di Hotel Harmony, Garut yang diikuti oleh Anggota dan Kepala Sekretariat unsur wanita dari 27 Bawaslu Kabupaten/Kota se-Provinsi Jawa Barat.  

 Kegiatan tersebut memberikan penekanan kepada para peserta bahwa wanita memiliki hak dan kedudukan yang setara dengan pria dalam setiap proses pengawasan pemilu. Wanita harus mampu menyusun strategi-strategi pengawasan, penindakan pelanggaran dan juga penyelesaian sengketa pemilu. 

 Tentu jauh sebelum memenuhi tuntutan tersebut, wanita itu sendiri harus memiliki kepribadian yang pintar, percaya diri, dan bijaksana dalam menanggapi segala hal. Mengingat, kehidupan penyelenggara pemilu selalu dipenuhi oleh banyak dinamika. 

 Anggota Bawaslu Provinsi Jawa Barat, Lolly Suhenty, satusatunya wanita di Bawaslu Provinsi Jawa Barat yang menjabat sebagai Koordinator Divisi Humas Hubal dapat menjadi teladan dan diharapkan menjadi motivasi konkrit bagi para peserta. Dalam materinya, Lolly mengatakan bahwa 'Jauh sebelum menjadi bagian dari penyelenggara pemilu, wanita harus kaya akan kepribadiannya. Berbudi luhur, bijaksana, penuh pengetahuan dan kreatif'. 

 Dalam proses pengawasan pemilihan umum sendiri, peran wanita juga diatur dalam Undang-undang Pemilu Nomor 7 Tahun 2017 Pasal 92 Ayat 1 yang menyatakan bahwa ko mposisi keanggotaan Bawaslu, Bawaslu Provinsi, Bawaslu Kabupaten/Kota memperhatikan keterwakilan perempuan paling sedikit 30% (tiga puluh persen ). 'Dengan begitu peran wanita dalam pemilu maupun keberlangsungan berbangsa dan bernegara lainnya harus diperhatikan betul', ujar Lolly. 

Sementara itu, Ketua Bawaslu Provinsi Jawa Barat, H. Wasikin menilai pelatihan guna meningkatkan peran dan kapasitas wanita memang penting. Diharapkan nantinya, keikutsertaan wanita dapat memberikan warna lebih di tubuh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). Artinya, mampu bersinergi dan solid dengan kelompok pria dalam menjalankan tugas. 

'Kegiatan semacam ini penting untuk menguatkan perspektif yang ramah terhadap perempuan sehingga soliditas antar pria dan wanita dalam menjalankan tugas meningkat', ujar pria yang kerap disapa Abah itu. 

 Untuk diketahui, para peserta juga diberikan materi terkait kewanitaan dari Pegiat Pemilu, Sri Eko Wardhani dan Aktifis Wanita, Masruchah.

Informasi Publik

Regulasi

Whistleblowing System

Banner

Agenda Bawaslu

Bawaslu Live Stream

BAWASLU JABAR GELAR KEGIATAN PENINGKATAN KAPASITAS PEREMPUAN DALAM PEMILU 2019

Administrator | Senin, 01 Oktober 2018 - 10:08:39 WIB
BAWASLU JABAR GELAR KEGIATAN PENINGKATAN KAPASITAS PEREMPUAN DALAM PEMILU 2019

Peran wanita dalam kehidupan berbangsa dan bernegara amat lah penting. Jumlah wanita yang demikian besar jika dibandingkan dengan pria perlu diberdayakan sebagai subyek maupun obyek pembangunan bangsa salahsatunya dengan menjadi bagian dari penyelenggara pemilu. 

 Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Jawa Barat belum lama ini (29-30/09) menyelenggarakan kegiatan Peningkatan Kapasitas Perempuan sebagai Penyelenggara Pemilu di Hotel Harmony, Garut yang diikuti oleh Anggota dan Kepala Sekretariat unsur wanita dari 27 Bawaslu Kabupaten/Kota se-Provinsi Jawa Barat.  

 Kegiatan tersebut memberikan penekanan kepada para peserta bahwa wanita memiliki hak dan kedudukan yang setara dengan pria dalam setiap proses pengawasan pemilu. Wanita harus mampu menyusun strategi-strategi pengawasan, penindakan pelanggaran dan juga penyelesaian sengketa pemilu. 

 Tentu jauh sebelum memenuhi tuntutan tersebut, wanita itu sendiri harus memiliki kepribadian yang pintar, percaya diri, dan bijaksana dalam menanggapi segala hal. Mengingat, kehidupan penyelenggara pemilu selalu dipenuhi oleh banyak dinamika. 

 Anggota Bawaslu Provinsi Jawa Barat, Lolly Suhenty, satusatunya wanita di Bawaslu Provinsi Jawa Barat yang menjabat sebagai Koordinator Divisi Humas Hubal dapat menjadi teladan dan diharapkan menjadi motivasi konkrit bagi para peserta. Dalam materinya, Lolly mengatakan bahwa 'Jauh sebelum menjadi bagian dari penyelenggara pemilu, wanita harus kaya akan kepribadiannya. Berbudi luhur, bijaksana, penuh pengetahuan dan kreatif'. 

 Dalam proses pengawasan pemilihan umum sendiri, peran wanita juga diatur dalam Undang-undang Pemilu Nomor 7 Tahun 2017 Pasal 92 Ayat 1 yang menyatakan bahwa ko mposisi keanggotaan Bawaslu, Bawaslu Provinsi, Bawaslu Kabupaten/Kota memperhatikan keterwakilan perempuan paling sedikit 30% (tiga puluh persen ). 'Dengan begitu peran wanita dalam pemilu maupun keberlangsungan berbangsa dan bernegara lainnya harus diperhatikan betul', ujar Lolly. 

Sementara itu, Ketua Bawaslu Provinsi Jawa Barat, H. Wasikin menilai pelatihan guna meningkatkan peran dan kapasitas wanita memang penting. Diharapkan nantinya, keikutsertaan wanita dapat memberikan warna lebih di tubuh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). Artinya, mampu bersinergi dan solid dengan kelompok pria dalam menjalankan tugas. 

'Kegiatan semacam ini penting untuk menguatkan perspektif yang ramah terhadap perempuan sehingga soliditas antar pria dan wanita dalam menjalankan tugas meningkat', ujar pria yang kerap disapa Abah itu. 

 Untuk diketahui, para peserta juga diberikan materi terkait kewanitaan dari Pegiat Pemilu, Sri Eko Wardhani dan Aktifis Wanita, Masruchah.