BAWASLU JABAR TEMUKAN 391.181 DPT GANDA

BAWASLU JABAR TEMUKAN 391.181 DPT GANDA

Administrator | Kamis, 13 September 2018 - 16:52:59 WIB
BAWASLU JABAR TEMUKAN 391.181  DPT GANDA

Bawaslu Provinsi Jawa Barat menemukan masalah dalam DPT, yaitu Data Pemilih Ganda, Data Pemilih Tanpa NIK (NIK Kosong), Data Pemilih Tanpa NKK (NKK Kosong), Data Pemilih Baru yang Memenuhi Syarat (MS), Data Pemilih Yang Tidak Memenuhi Syarat (TMS) dan Selisih Jumlah Pemilih antara Jumlah dalam Berita Acara KPU Kabupaten/Kota dengan data by name by addressnya. Bawaslu Provinsi Jawa Barat menghimpun data pemilih dimaksud yang telah diterima Bawaslu Kabupaten/Kota dari KPU Kabupaten/Kota.  Bawaslu Provinsi Jawa Barat menemukan data pemilih dengan NIK sama tetapi beda orang di Kabupaten Purwakarta 1.082 pemilih. Hasil verifikasi faktual Panwascam dan PPK di Kabupaten Purwakarta dari 1.082 pemilih telah terbukti sebanyak 17 pemilih benar adanya merupakan data pemilih dengan NIK sama tetapi nama berbeda. Hal ini menunjukan bahwa NIK yang seharusnya menjadi single identity dalam data kependudukan tidak terpenuhi. Bawaslu Provinsi Jawa Barat mencatat beberapa hasil pengawasan sebagai berikut :

1.        Bawaslu Provinsi Jawa Barat menemukan Data Pemilih Ganda di 27 Kabupaten/Kota berdasarkan 3 (tiga) elemen) data, yaitu Nama Ganda, NIK Ganda dan Tanggal Lahir Ganda dengan jumlah sebanyak 391. 181 pemilih;

2.        Bawaslu Provinsi Jawa Barat menemukan Data Pemilih Tanpa NIK (NIK Kosong) di 27 Kabupaten/Kota dengan jumlah sebanyak 1.705 pemilih;

3.        Bawaslu Provinsi Jawa Barat menemukan Data Pemilih Tanpa NKK (NKK Kosong) di 27 Kabupaten/Kota dengan jumlah sebanyak 22.371 pemilih;

4.        Bawaslu Provinsi Jawa Barat menemukan Data pemilih Baru yang Memenuhi Syarat tapi belum masuk kedalam DPT dengan jumlah sebanyak 707 pemilih;

5.        Bawaslu provinsi Jawa Barat menemukan Data Pemilih yang Tidak Memenuhi Syarat (TMS) dengan jumlah sebanyak 17.516 pemilih;

6.        Bawaslu Provinsi Jawa Barat menemukan Data Pemilih dengan NIK sama dengan nama orang berbeda sebanyak 1.082 pemilih. 17 pemilih sudah kami verifikasi faktual benar adanya merupakan data pemilih dengan NIK sama Nama berbeda;

7.        Masih terjadi perbedaan data (selisih) antara jumlah pemilih dalam Berita Acara dengan jumlah pemilih dalam data by name by address di tingkat Kabupaten/Kota, yaitu Kab. Bekasi selisih 15.034, Kab. Karawang selisih 426, dan Kab. Indramayu selisih 712;

8.        Selanjutnya temuan hasil pengawasan tersebut diatas akan kami rekomendasikan ke KPU Provinsi Jawa Barat.

Informasi Publik

Regulasi

Whistleblowing System

Banner

Agenda Bawaslu

Bawaslu Live Stream

BAWASLU JABAR TEMUKAN 391.181 DPT GANDA

Administrator | Kamis, 13 September 2018 - 16:52:59 WIB
BAWASLU JABAR TEMUKAN 391.181  DPT GANDA

Bawaslu Provinsi Jawa Barat menemukan masalah dalam DPT, yaitu Data Pemilih Ganda, Data Pemilih Tanpa NIK (NIK Kosong), Data Pemilih Tanpa NKK (NKK Kosong), Data Pemilih Baru yang Memenuhi Syarat (MS), Data Pemilih Yang Tidak Memenuhi Syarat (TMS) dan Selisih Jumlah Pemilih antara Jumlah dalam Berita Acara KPU Kabupaten/Kota dengan data by name by addressnya. Bawaslu Provinsi Jawa Barat menghimpun data pemilih dimaksud yang telah diterima Bawaslu Kabupaten/Kota dari KPU Kabupaten/Kota.  Bawaslu Provinsi Jawa Barat menemukan data pemilih dengan NIK sama tetapi beda orang di Kabupaten Purwakarta 1.082 pemilih. Hasil verifikasi faktual Panwascam dan PPK di Kabupaten Purwakarta dari 1.082 pemilih telah terbukti sebanyak 17 pemilih benar adanya merupakan data pemilih dengan NIK sama tetapi nama berbeda. Hal ini menunjukan bahwa NIK yang seharusnya menjadi single identity dalam data kependudukan tidak terpenuhi. Bawaslu Provinsi Jawa Barat mencatat beberapa hasil pengawasan sebagai berikut :

1.        Bawaslu Provinsi Jawa Barat menemukan Data Pemilih Ganda di 27 Kabupaten/Kota berdasarkan 3 (tiga) elemen) data, yaitu Nama Ganda, NIK Ganda dan Tanggal Lahir Ganda dengan jumlah sebanyak 391. 181 pemilih;

2.        Bawaslu Provinsi Jawa Barat menemukan Data Pemilih Tanpa NIK (NIK Kosong) di 27 Kabupaten/Kota dengan jumlah sebanyak 1.705 pemilih;

3.        Bawaslu Provinsi Jawa Barat menemukan Data Pemilih Tanpa NKK (NKK Kosong) di 27 Kabupaten/Kota dengan jumlah sebanyak 22.371 pemilih;

4.        Bawaslu Provinsi Jawa Barat menemukan Data pemilih Baru yang Memenuhi Syarat tapi belum masuk kedalam DPT dengan jumlah sebanyak 707 pemilih;

5.        Bawaslu provinsi Jawa Barat menemukan Data Pemilih yang Tidak Memenuhi Syarat (TMS) dengan jumlah sebanyak 17.516 pemilih;

6.        Bawaslu Provinsi Jawa Barat menemukan Data Pemilih dengan NIK sama dengan nama orang berbeda sebanyak 1.082 pemilih. 17 pemilih sudah kami verifikasi faktual benar adanya merupakan data pemilih dengan NIK sama Nama berbeda;

7.        Masih terjadi perbedaan data (selisih) antara jumlah pemilih dalam Berita Acara dengan jumlah pemilih dalam data by name by address di tingkat Kabupaten/Kota, yaitu Kab. Bekasi selisih 15.034, Kab. Karawang selisih 426, dan Kab. Indramayu selisih 712;

8.        Selanjutnya temuan hasil pengawasan tersebut diatas akan kami rekomendasikan ke KPU Provinsi Jawa Barat.