KAMPANYE AKBAR RENTAN DUGAAN PELANGGARAN KAMPANYE MELIBATKAN ANAK

KAMPANYE AKBAR RENTAN DUGAAN PELANGGARAN KAMPANYE MELIBATKAN ANAK

Administrator | Jumat, 12 April 2019 - 17:28:47 WIB
KAMPANYE AKBAR RENTAN DUGAAN PELANGGARAN KAMPANYE MELIBATKAN ANAK

Selama kurun waktu 12 hari menjelang Pemilu, para kontestan terus melakukan kampanye terbuka, salah satunya kampanye terbuka di Kota Bogor yang dilaksanakan oleh Capres-Cawapres 01. Kampanye tersebut dilaksanakan pada hari Jum'at tanggal 5 April 2019 di lapangan Marzuki Mahdi, Jl. Semeru Bogor Barat. Kegiatan tersebut dihadiri oleh cawapres 01, KH. Ma’ruf Amin dan jurkamnas KH. Manarul Hidayah dan Maruarar Sirait. Begitu juga tokoh setempat yang hadir ialah KH. Abdullah Mustofa bin Nur (MUI Kota Bogor), KH. Fuad Fikri (Rais Syuriah NU Kota Bogor), KH. Agus Fauzan dan KH. Tubagus Kholidi.

Dalam pengawasan kampanye tersebut, Bawaslu Jawa Barat beserta Bawaslu Kota Bogor bersama-sama melakukan pengawasan di lokasi tersebut. Dalam pengawasannya, Bawaslu Jabar menginformasikan bahwa Cawapres 01 melakukan orasi politik untuk mendukung 01 karena akan membawa Indonesia Maju, Jokowi sudah berbuat banyak untuk bangsa, menggandeng ulama menjadi wakilnya, serta mengajak peserta kampanye untuk mempertahankan Pancasila sebagai dasar negara yang telah menjadi kesepakatan bersama bangsa Indonesia.

Begitu pula dengan jumlah peserta yang hadir, diperkirakan 2.000 massa pendukung 01 mengikuti kampanye akbar tersebut. Namun, di antara massa yang hadir, sangat disayangkan masih terdapatnya anak di bawah umur yang dilibatkan mengikuti kampanye. Adanya keikutsertaan anak di bawah umur dalam kampanye merupakan dugaan pelanggaran aturan kampanye seperti yang tertera dalam pasal  Pasal 280 ayat 2 UU No. 7/2017 jo Pasal 69 ayat 2 PKPU No. 23/2018, yakni melibatkan pihak yg dilarang sebagaimana Huruf k: Warga Negara Indonesia yang tidak memiliki hak memilih. Temuan tersebut selanjutnya akan ditindaklanjuti oleh Bawaslu Kota Bogor sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.(Iz)

Informasi Publik

Regulasi

Whistleblowing System

Banner

Agenda Bawaslu

Bawaslu Live Stream

KAMPANYE AKBAR RENTAN DUGAAN PELANGGARAN KAMPANYE MELIBATKAN ANAK

Administrator | Jumat, 12 April 2019 - 17:28:47 WIB
KAMPANYE AKBAR RENTAN DUGAAN PELANGGARAN KAMPANYE MELIBATKAN ANAK

Selama kurun waktu 12 hari menjelang Pemilu, para kontestan terus melakukan kampanye terbuka, salah satunya kampanye terbuka di Kota Bogor yang dilaksanakan oleh Capres-Cawapres 01. Kampanye tersebut dilaksanakan pada hari Jum'at tanggal 5 April 2019 di lapangan Marzuki Mahdi, Jl. Semeru Bogor Barat. Kegiatan tersebut dihadiri oleh cawapres 01, KH. Ma’ruf Amin dan jurkamnas KH. Manarul Hidayah dan Maruarar Sirait. Begitu juga tokoh setempat yang hadir ialah KH. Abdullah Mustofa bin Nur (MUI Kota Bogor), KH. Fuad Fikri (Rais Syuriah NU Kota Bogor), KH. Agus Fauzan dan KH. Tubagus Kholidi.

Dalam pengawasan kampanye tersebut, Bawaslu Jawa Barat beserta Bawaslu Kota Bogor bersama-sama melakukan pengawasan di lokasi tersebut. Dalam pengawasannya, Bawaslu Jabar menginformasikan bahwa Cawapres 01 melakukan orasi politik untuk mendukung 01 karena akan membawa Indonesia Maju, Jokowi sudah berbuat banyak untuk bangsa, menggandeng ulama menjadi wakilnya, serta mengajak peserta kampanye untuk mempertahankan Pancasila sebagai dasar negara yang telah menjadi kesepakatan bersama bangsa Indonesia.

Begitu pula dengan jumlah peserta yang hadir, diperkirakan 2.000 massa pendukung 01 mengikuti kampanye akbar tersebut. Namun, di antara massa yang hadir, sangat disayangkan masih terdapatnya anak di bawah umur yang dilibatkan mengikuti kampanye. Adanya keikutsertaan anak di bawah umur dalam kampanye merupakan dugaan pelanggaran aturan kampanye seperti yang tertera dalam pasal  Pasal 280 ayat 2 UU No. 7/2017 jo Pasal 69 ayat 2 PKPU No. 23/2018, yakni melibatkan pihak yg dilarang sebagaimana Huruf k: Warga Negara Indonesia yang tidak memiliki hak memilih. Temuan tersebut selanjutnya akan ditindaklanjuti oleh Bawaslu Kota Bogor sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.(Iz)