Pengawas Partisipatif, Penggerak Demokrasi yang Mandiri dan Berani

Pengawas Partisipatif, Penggerak Demokrasi yang Mandiri dan Berani

Administrator | Minggu, 25 Oktober 2020 - 20:13:40 WIB
Pengawas Partisipatif, Penggerak Demokrasi yang Mandiri dan Berani

Sekolah Kader Pengawas Partisipatif (SKPP) Provinsi Jawa Barat Gelombang I. (Foto: Humas Bawaslu Jabar)

Bandung (25/10) –  Peran Pengawas Pemilu sebagai ujung tombak demokrasi bangsa. Bawaslu Provinsi Jawa Barat mendorong masyarakat turut berpartisipasi aktif dalam melakukan pengawasan pemilu dan pemilihan. Sebab itu Bawaslu menyelenggarakan Sekolah Kader Pengawas Partisipatif (SKPP) gelombang I bertempat di Balai Besar Pelatihan Pertanian (BPPP) Lembang tanggal 25-27 Okober 2020. Pelaksanaan SKPP yang sebelumnya dilakukan secara daring namun kali ini secara luring dilaksanakan dalam 3 gelombang. Gelombang I yaitu wilayah Pakuan meliputi Kota Depok, Kota Sukabumi, Kab. Sukabumi, Kab. Bogor, Kota Bogor, Kab. Cianjur, Kab. Bekasi dan Kota Bekasi. Kader terbaik dihadirkan kembali untuk memastikan agar pengetahuan yang telah diterima dengan metode daring dapat diserap dengan lebih maksimal sehingga mudah untuk dipraktekan secara mandiri dan berani di lingkungan dan komunitasnya masing-masing. Kesinambungan pembelajaran model daring dan luring ini akan mempermudah tercapainya tujuan akan tumbuh dan kuatnya pengawasan di masyarakat.

Ketua Bawaslu Provinsi Jawa Barat Abdullah sangat antusias dengan pelaksanaan SKPP kali ini. Baginya kader SKPP merupakan orang terpilih yang nantinya menjadi motor penggerak pengawasan partisipatif di tengah masyarakat. Karena isu pengawasan pemilu untuk level lebih tinggi dilakukan oleh masyarakat. “Pemilu adalah ajang transisi kekuasaan yang menentukan arah pemerintahan. Kader SKPP merupakan agen visioner Bawaslu dalam mengawasi masa transisi kekuasaan dan menjadi kiblat demokrasi ke depan.” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama Koordinator Divisi Humas dan Hubal Bawaslu Provinsi Jawa Barat Lolly Suhenty yang menjabat sebagai Kepala Sekolah SKPP. Beliau mengatakan bahwa Kader SKPP merupakan insan muda terpilih yang disipakan untuk melakukan pengawasan pertisipatif secara mandiri di daerahnya masing-masing setelah lulus dari program SKPP Bawaslu Provinsi Jawa Barat. “Meskipun pada pelaksanaan SKPP kali ini berlangsung dengan menjaga protokol kesehatan dengan ketat, tetapi saya harap tidak menjadi penghalang bagi Kader SKPP sekalian dalam menimba ilmu pengetahuan. Terimakasih juga kepada Bawaslu Kabupaten/Kota yang turut andil dalam pelaksanaan SKPP sehingga kesinambungan ini bisa dilaksanakan.” pungkas Ibu Kepsek SKPP Jawa Barat.

Peserta SKPP Provinsi Jawa Barat ditilik berdasarkan jenis kelamin, terdapat 44 laki laki (54 %), dan 37 perempuan (46 %). Berdasarkan jenis pekerjaan, terdapat 42 mahasiswa/pelajar (52%), 17 belum bekerja (21%), 22 professional  (27 %). Berdasarkan agama, Islam 75 orang, Kristen 4 orang, Khatolik 2 orang.

Hingga saat ini, Bawaslu Provinsi Jawa Barat memiliki 3.800 kader SKPP yang tersebar di 27 kabupaten/ kota, yakni 80 kader SKPP tingkat provinsi,  1.787 kader SKPP tingkat kabupaten/ kota, dan 1.933 kader SKPP daring yang baru lulus awal Juli kemarin.

Dalam mengawasi Pilkada 2020 di 8 Kabupaten/ Kota, Bawaslu di Provinsi Jawa Barat memiliki 1.210 kader SKPP yang siap terlibat melakukan pengawasan partisipatif. Di Kab. Cianjur, ada 146 kader, di Kab. Karawang ada 124 kader, di Kab. Sukabumi ada 197 kader, Kab. Bandung 194 kader, Kab. Tasikmalaya 180 kader, Kab. Indramayu 181 kader, Kab. Pangandaran 63 kader, Kota Depok 125 kader, terdiri dari Kader SKPP Provinsi, SKPP Kabupaten/Kota, dan SKPP daring. (TAN)

Informasi Publik

Regulasi

Whistleblowing System

SIPO

Banner

Agenda Bawaslu

Bawaslu Live Stream