PERLUAS PENGAWASAN POLITIK UANG OLEH MAHASISWA SE JABAR, BAWASLU : LIHAT, AMATI, LAPORKAN !

PERLUAS PENGAWASAN POLITIK UANG OLEH MAHASISWA SE JABAR, BAWASLU : LIHAT, AMATI, LAPORKAN !

Administrator | Kamis, 03 Januari 2019 - 12:43:17 WIB
PERLUAS PENGAWASAN POLITIK UANG OLEH MAHASISWA SE JABAR, BAWASLU : LIHAT, AMATI, LAPORKAN !

Untuk memperluas dukungan pemantauan pemilu dari segmen mahasiswa, bawaslu Jawa Barat mengadakan kegiatan sosialisasi pengawasan partisipatif bagi mahasiswa Se-Jawa Barat yang digelar di Hotel Ibis, Kota Bandung pada 28-29 Desember 2018. Dalam acara ini, hadir komisioner bawaslu Jawa Barat kordiv humas dan hubal memimpin acara, sutarno komisioner kordiv penindakan,  H. Wasikin, komosioner kordiv SDM,  memberikan sambutandan membuka acara, serta Abdullah, Ketua Bawaslu Jawa Barat memberikan pandangan umum di kegiatan sosialisasi pengawasan partisipatif mahasiswa se - Jawa Barat.  

Dalam paparan awal, Lolly sangat mengapresiasi kehadiran mahasiswa. Dalam konteks pemilu, mahasiswa dengan proporsi yang besar dan intelektual yang dalam, kehadirannya sangat ditunggu sebagai salah satu kunci sehingga akan mempengaruhi peta politik nasional. Begitu juga H Wasikin, dalam sambutannya menyampaikan bahwa mahasiswa merupakan kelompok kritis yang diakui semua kalangan. Melalui kegiatan sosialisasi ini, dirinya mengajak mahasiswa untuk menjadi bagian dari pengawasan partisipatif pada pemilu 2019. Ia pun meminta masukan terhadap apa yang menjadi kekuragan bawaslu Jawa Barat dan memperkuat bawaslu sebagai bagian dari teman mitra kerja mahasiswa.

Adapun Abdullah, dalam paparan umum menyampaikan dalam poin penting nya,bahwa pemilu serentak 2019 merupakan pertaruhan demokrasi Indonesia ke depan. Melalui cara pandang mahasiswa yang dalam, bawaslu berharap sinergi di antara mahasiswa dan bawaslu bisa menjadi komitmen kebangsaan yang kuat untuk melahirkan satu konteks kepemimpinan. Sinergi ini bisa menjadi kekuatan untuk menciptakan pengawasan, kesadaran bersama, dan kualitas demokrasi lebih baik. Di hadapan mahasiswa, Lolly memaparkan peranan mahasiswa dalam melakukan pengawasan partisipatif pada beberapa tahapan pemilu yang sedang berjalan.

Pertama, pada pengawasan penyusunan Daftar Pemilih tetap hasil Perbaikan, mahasiswa  bisa mengusulkan nama-nama masyarakat  yang kiranya berusia 17 ( tujuh belas) tahun pada tanggal 17 April tahun 2019.

Kedua, pada pengawasan Kampanye, mahasiswa  bisa mencegah upaya kampanye rapat terbatas atau tatap muka yang di lakukan di tempat ibadah atau lembaga pendidikan, atau pemasangan alat peraga kampanye di tempat ibadah dan sarana pendidikan.

Ketiga, pada pengawasan hari tenang, mahasiswa bisa mencegah terhadap berbagai upaya kegiatan politik pada masa tenang untuk memenangkan Peserta Pemilu tertentu.

Keempat, pada pengawasan pemungutan dan pengitungan suara, pengawasan tahapan ini dilakukan pada saat Mahasiswa  yang sudah mendapatkan hak untuk memilih dapat mencegah terhadap berbagai potensi money politik dan melaporkan kepada pengawas pemilu ketika terjadi segala bentuk dugaan pelanggaran Pemilu.

“Saya meyakini, jika bawaslu dan mahasiswa Se-Jawa Barat bisa bersatu padu melakukan pengawasan terhadap berbagai tahapan pemilu, pengawasan terhadap pelanggaran pemilu, maka kita bisa tekan persebarannya. Lihat, amati, Laporkan. Insyallah, pemilu kali ini bisa menciptakan pemilu yang bersih, bisa menghasilkan pemimpin yang bersih dan amanah, dan tentunya menciptakan kehidupan berbangsa dan bernegara yang adil sebagai cita-cita kita bersama,” tutup Lolly.

Informasi Publik

Regulasi

Whistleblowing System

Banner

Agenda Bawaslu

Bawaslu Live Stream

PERLUAS PENGAWASAN POLITIK UANG OLEH MAHASISWA SE JABAR, BAWASLU : LIHAT, AMATI, LAPORKAN !

Administrator | Kamis, 03 Januari 2019 - 12:43:17 WIB
PERLUAS PENGAWASAN POLITIK UANG OLEH MAHASISWA SE JABAR, BAWASLU : LIHAT, AMATI, LAPORKAN !

Untuk memperluas dukungan pemantauan pemilu dari segmen mahasiswa, bawaslu Jawa Barat mengadakan kegiatan sosialisasi pengawasan partisipatif bagi mahasiswa Se-Jawa Barat yang digelar di Hotel Ibis, Kota Bandung pada 28-29 Desember 2018. Dalam acara ini, hadir komisioner bawaslu Jawa Barat kordiv humas dan hubal memimpin acara, sutarno komisioner kordiv penindakan,  H. Wasikin, komosioner kordiv SDM,  memberikan sambutandan membuka acara, serta Abdullah, Ketua Bawaslu Jawa Barat memberikan pandangan umum di kegiatan sosialisasi pengawasan partisipatif mahasiswa se - Jawa Barat.  

Dalam paparan awal, Lolly sangat mengapresiasi kehadiran mahasiswa. Dalam konteks pemilu, mahasiswa dengan proporsi yang besar dan intelektual yang dalam, kehadirannya sangat ditunggu sebagai salah satu kunci sehingga akan mempengaruhi peta politik nasional. Begitu juga H Wasikin, dalam sambutannya menyampaikan bahwa mahasiswa merupakan kelompok kritis yang diakui semua kalangan. Melalui kegiatan sosialisasi ini, dirinya mengajak mahasiswa untuk menjadi bagian dari pengawasan partisipatif pada pemilu 2019. Ia pun meminta masukan terhadap apa yang menjadi kekuragan bawaslu Jawa Barat dan memperkuat bawaslu sebagai bagian dari teman mitra kerja mahasiswa.

Adapun Abdullah, dalam paparan umum menyampaikan dalam poin penting nya,bahwa pemilu serentak 2019 merupakan pertaruhan demokrasi Indonesia ke depan. Melalui cara pandang mahasiswa yang dalam, bawaslu berharap sinergi di antara mahasiswa dan bawaslu bisa menjadi komitmen kebangsaan yang kuat untuk melahirkan satu konteks kepemimpinan. Sinergi ini bisa menjadi kekuatan untuk menciptakan pengawasan, kesadaran bersama, dan kualitas demokrasi lebih baik. Di hadapan mahasiswa, Lolly memaparkan peranan mahasiswa dalam melakukan pengawasan partisipatif pada beberapa tahapan pemilu yang sedang berjalan.

Pertama, pada pengawasan penyusunan Daftar Pemilih tetap hasil Perbaikan, mahasiswa  bisa mengusulkan nama-nama masyarakat  yang kiranya berusia 17 ( tujuh belas) tahun pada tanggal 17 April tahun 2019.

Kedua, pada pengawasan Kampanye, mahasiswa  bisa mencegah upaya kampanye rapat terbatas atau tatap muka yang di lakukan di tempat ibadah atau lembaga pendidikan, atau pemasangan alat peraga kampanye di tempat ibadah dan sarana pendidikan.

Ketiga, pada pengawasan hari tenang, mahasiswa bisa mencegah terhadap berbagai upaya kegiatan politik pada masa tenang untuk memenangkan Peserta Pemilu tertentu.

Keempat, pada pengawasan pemungutan dan pengitungan suara, pengawasan tahapan ini dilakukan pada saat Mahasiswa  yang sudah mendapatkan hak untuk memilih dapat mencegah terhadap berbagai potensi money politik dan melaporkan kepada pengawas pemilu ketika terjadi segala bentuk dugaan pelanggaran Pemilu.

“Saya meyakini, jika bawaslu dan mahasiswa Se-Jawa Barat bisa bersatu padu melakukan pengawasan terhadap berbagai tahapan pemilu, pengawasan terhadap pelanggaran pemilu, maka kita bisa tekan persebarannya. Lihat, amati, Laporkan. Insyallah, pemilu kali ini bisa menciptakan pemilu yang bersih, bisa menghasilkan pemimpin yang bersih dan amanah, dan tentunya menciptakan kehidupan berbangsa dan bernegara yang adil sebagai cita-cita kita bersama,” tutup Lolly.