Bawaslu Konsolidasikan Dukungan Sekretariat, Soroti Peran Strategis Jabar
|
Bandung – Badan Pengawas Pemilihan Umum menggelar konsolidasi kelembagaan untuk memperkuat sinergi dukungan manajemen pengawasan pemilu di lingkungan sekretariat, dengan menyoroti peran strategis Jawa Barat sebagai provinsi dengan jumlah pemilih terbesar di Indonesia, Rabu (11/3/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Bawaslu Provinsi Jawa Barat tersebut dihadiri Deputi Bidang Administrasi Bawaslu RI La Bayoni yang menegaskan pentingnya penguatan dukungan sekretariat untuk menunjang efektivitas kerja pengawasan pemilu di daerah.
Menurut La Bayoni, konsolidasi di Jawa Barat merupakan agenda yang telah direncanakan oleh Sekretariat Jenderal Bawaslu. Ia menjelaskan, Ferdinand Eskol Tiar Sirait mengoordinasikan pejabat terkait untuk memastikan penguatan dukungan kelembagaan berjalan optimal.
Ia menambahkan, dukungan sekretariat diperkuat melalui rapat koordinasi rutin setiap Senin yang melibatkan kepala sekretariat dan kepala bagian di tingkat provinsi serta kabupaten/kota. Forum tersebut digunakan untuk membahas persoalan yang muncul di daerah sekaligus mempercepat penyelesaiannya.
“Kami meminta komunikasi penggunaan anggaran non-tahapan dilakukan secara maksimal sebelum penandatanganan NPHD,” ujar La Bayoni.
Sementara itu, Ketua Bawaslu Provinsi Jawa Barat Zaky Muhammad Zam Zam menyebut pertemuan tersebut menjadi momentum pertama pemanfaatan fasilitas gedung baru Bawaslu Jawa Barat untuk kegiatan kelembagaan.
Ia menegaskan bahwa Bawaslu Jawa Barat siap mendukung kebijakan strategis Bawaslu RI sekaligus memperkuat konsolidasi demokrasi bersama para pemangku kepentingan.
“Bawaslu Jawa Barat berkomitmen membangun konsolidasi demokrasi bersama seluruh pemangku kepentingan untuk menyongsong pemilu dan pilkada mendatang,” kata Zaky.
Di sisi lain, Kepala Sekretariat Bawaslu Jawa Barat Widodo Wuryanto menjelaskan bahwa sekretariat terus memperkuat dukungan terhadap fungsi pengawasan melalui berbagai program strategis.
“Hingga saat ini Bawaslu Jawa Barat telah melaksanakan 687 kegiatan pencegahan, memperkuat pengawasan partisipatif, serta membangun 32 kerja sama aktif dengan berbagai pihak untuk mendukung pengawasan pemilu,” ujarnya.
Melalui konsolidasi ini, Bawaslu berharap penguatan dukungan sekretariat dapat meningkatkan efektivitas pengawasan pemilu sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap penyelenggaraan demokrasi di Indonesia.
Penulis: Cepi Luki Cepriana
Editor: Andhika Pratama
Foto: Huda Dindin Pratama