Belajar dari Pemilu 2024, Mitigasi Bencana Disiapkan Lebih Awal
|
Bandung — Pengalaman bencana saat Pemilu 2024 mendorong penyelenggara pemilu di Jawa Barat mulai menyiapkan langkah antisipasi menghadapi Pemilu 2029.
Upaya tersebut dibahas dalam Diskusi Evaluasi Mitigasi Bencana Alam Provinsi Jawa Barat yang digelar Direktorat Ideologi, Kebangsaan, Politik, dan Demokrasi di Bandung, Rabu (3/6/2026).
Ketua Bawaslu Jawa Barat, Zacky Muhammad Zam Zam, mengingatkan bahwa kerawanan bencana merupakan faktor yang dapat memengaruhi kualitas penyelenggaraan pemilu.
“Jawa Barat adalah bagian dari daerah dengan potensi kebencanaan paling rawan atau tinggi yang pada akhirnya berimplikasi pada proses tahapan pemilu maupun pemilihan,” ujarnya.
Peringatan tersebut menjadi relevan karena tahapan awal Pemilu 2029 diperkirakan mulai dipersiapkan dalam waktu dekat melalui perencanaan yang lebih matang.
Ketua KPU Jawa Barat, Ahmad Nur Hidayat, menyebut penyelenggaraan Pemilu 2024 menghadapi tantangan besar karena jumlah pemilih dan wilayah layanan terus bertambah.
“Dengan jumlah TPS yang sangat besar, kami meyakini pasti memiliki gangguan, baik distribusi logistik, akses pemilih, maupun kendala infrastruktur pendukung,” katanya.
Data KPU Jawa Barat menunjukkan sebanyak 140.457 TPS melayani pemilih di 27 kabupaten dan kota, dengan 2.223 TPS terdampak bencana serta 27 TPS direlokasi.
Kondisi geografis yang beragam membuat banjir, longsor, cuaca ekstrem, dan gangguan komunikasi masih menjadi risiko yang berpotensi menghambat pemungutan maupun penghitungan suara.
Sebagai tindak lanjut, penyelenggara pemilu akan memperkuat pemetaan kerawanan, memperluas koordinasi lintas lembaga, dan menyiapkan prosedur darurat untuk melindungi hak pilih masyarakat.
Penulis: Cepi Luki Cepriana
Editor: Andhika Pratama
Fotografer: Cepi Luki Cepriana