45 Persen Penilaian Bawaslu Membelajarkan Ada di Bagian Ini
|
Bandung — Sebanyak 45 persen bobot penilaian Bawaslu Membelajarkan Volume 2 diberikan untuk penguasaan substansi dan kedalaman analisis materi pembelajaran.
Penguasaan substansi memiliki bobot 22,5 persen, sedangkan kedalaman analisis juga memperoleh 22,5 persen dari keseluruhan penilaian.
Komposisi tersebut menunjukkan bahwa kualitas materi menjadi bagian penting dalam menentukan hasil seleksi pada Bawaslu Membelajarkan Volume 2.
Program Bawaslu Membelajarkan dikembangkan oleh Bawaslu untuk memperkuat kapasitas sumber daya manusia melalui pengalaman pengawasan yang diolah menjadi materi pembelajaran.
Jajaran Bawaslu didorong untuk mengolah pengalaman, praktik baik, inovasi, maupun persoalan pengawasan Pemilu 2024 menjadi materi yang dapat dipelajari dan dibagikan melalui video.
Karena itu, video pembelajaran tidak hanya dinilai dari kemampuan mengemas informasi, tetapi juga dari ketepatan substansi dan kemampuan menganalisis persoalan dalam pengawasan.
Anggota Bawaslu Herwyn JH Malonda mengatakan program tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas jajaran, sekaligus meningkatkan literasi kepemiluan masyarakat.
“Video pembelajaran ini menjadi bagian dari tanggung jawab kita untuk memperkuat kapasitas SDM. Ketika dipublikasikan, itu juga menjadi tanggung jawab kita memberikan pencerahan kepada publik melalui literasi kepemiluan dan pengawasan pemilu,” ujar Herwyn saat membuka Sosialisasi Bawaslu Membelajarkan Volume 2 secara daring di Jakarta, Senin (3/8/2026).
Herwyn menekankan agar jajaran Bawaslu tidak hanya mengejar jumlah video yang dihasilkan, tetapi memastikan setiap materi memberikan pembelajaran yang relevan.
Proses tersebut juga diharapkan dapat mendorong kerja kolektif antara pimpinan dan staf, keterwakilan perempuan, serta kolaborasi antardivisi dalam mengolah pengalaman pengawasan.
Melalui Bawaslu Membelajarkan Volume 2, pengalaman pengawasan Pemilu 2024 diharapkan tidak berhenti sebagai dokumentasi, melainkan menjadi pengetahuan yang dapat memperkuat kesiapan dalam menghadapi Pemilu 2029.
Penulis: Cepi Luki Cepriana
Editor: Andhika Pratama
Foto: Istimewa