Lompat ke isi utama

Berita

Peringati Hari Sumpah Pemuda, Bawaslu Jabar Rawat Integritas dan Persatuan Jajaran Pengawas

Koordinator Divisi Pencegahan dan Partisipasi Masyarakat Bawaslu Provinsi Jawa Barat Hj. Nuryamah memimpin Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 di lapangan upacara Kantor Bawaslu Jabar, Kota Bandung, Rabu (28/10/2026).

Koordinator Divisi Pencegahan dan Partisipasi Masyarakat Bawaslu Provinsi Jawa Barat Hj. Nuryamah memimpin Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 di lapangan upacara Kantor Bawaslu Jabar, Kota Bandung, Rabu (28/10/2026).

Kota Bandung — Merawat integritas lembaga pengawas di tengah dinamika elektoral menuntut keteguhan etika tanpa kompromi, rajutan persatuan di tengah kemajemukan, serta keterlibatan aktif energi pemuda sebagai pilar pertahanan moral bangsa.

Pesan kebangsaan tersebut mengemuka dalam Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 yang digelar di lapangan upacara Kantor Bawaslu Provinsi Jawa Barat, Kota Bandung, Rabu (28/10/2026). Upacara ini diikuti oleh seluruh jajaran pejabat struktural dan staf sekretariat Bawaslu Provinsi Jawa Barat.

Bertindak sebagai inspektur upacara, Koordinator Divisi Pencegahan dan Partisipasi Masyarakat Bawaslu Provinsi Jawa Barat, Hj. Nuryamah, menyampaikan amanat yang merumuskan tiga pesan strategis bagi seluruh insan pengawas. Pesan pertama, ia menekankan bahwa integritas merupakan pondasi mutlak yang tidak bisa ditawar dalam mengemban amanah kelembagaan.

“Integritas adalah marwah tertinggi pengawas pemilu. Setiap langkah pengawasan, keputusan hukum, hingga tata kelola administrasi kesekretariatan wajib berpijak pada kejujuran, netralitas, serta objektivitas. Integritas inilah kunci utama dalam merawat kepercayaan publik terhadap martabat demokrasi,” tegas Nuryamah.

Memasuki poin kedua, Nuryamah menggarisbawahi pentingnya merawat kesatuan di tengah keberagaman. Meneladani spirit historis Sumpah Pemuda 1928, ia mengingatkan bahwa jajaran pengawas pemilu berasal dari latar belakang etnis, kedaerahan, dan disiplin ilmu yang majemuk.

“Jajaran pengawas pemilu lahir dari berbagai latar belakang yang majemuk. Sebagaimana teladan para pendahulu tahun 1928 yang meleburkan sekat demi persatuan Indonesia, perbedaan di antara kita bukanlah alasan untuk terbelah, melainkan simpul pengikat untuk memperkuat soliditas tim dalam mengawal keadilan pemilu,” tuturnya.

Melengkapi amanatnya, pada poin ketiga Nuryamah menyoroti peran sentral pemuda dalam pengawasan kepemiluan. Menurutnya, generasi muda tidak boleh bersikap pasif atau sekadar menjadi sasaran kontestasi, melainkan harus mengambil peran aktif sebagai garda terdepan pengawasan partisipatif.

“Pemuda memiliki daya kritis dan energi inovasi yang sangat dibutuhkan bangsa. Insan muda pengawas pemilu harus menjadi motor penggerak kontrol sosial di tengah masyarakat, berani menolak politik transaksional, serta membentengi ruang publik dari penyebaran kabar bohong demi mewujudkan pemilu yang berkualitas dan bermartabat,” pungkas Nuryamah.

Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 ini meneguhkan komitmen kolektif keluarga besar Bawaslu Provinsi Jawa Barat untuk terus mengabdi secara profesional, solid, dan berintegritas dalam menjaga kedaulatan suara rakyat.

Penulis: Jihad Khufaya
Editor: Andhika Pratama
Foto: M. Ikhsan F.

Tag
#BawasluJabar #HariSumpahPemuda #SumpahPemuda98 #HjNuryamah #IntegritasPengawas #PeranPemuda #PengawasanPartisipatif #Bandung #DemokrasiBermartabat
toast

Media Sosial

news

Lokasi Bawaslu Provinsi

tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Laporkan right-circle
tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Laporkan right-circle