Rawat Dialektika Demokrasi, Jurnal Bawaslu Jabar Bidik Indeksasi Internasional
|
Bandung — Publikasi ilmiah pengawas pemilu tidak boleh berhenti sebagai pemenuhan laporan administratif belaka, melainkan harus bertransformasi menjadi laboratorium pemikiran yang menjembatani keilmuan demokrasi dengan masyarakat luas.
Penegasan tersebut mengemuka dalam Rapat Penyusunan Jurnal Keadilan Pemilu Bawaslu Provinsi Jawa Barat Edisi 7 Volume 1 Tahun 2026 Bagian Kesatu yang digelar di Demos Cafe, Kota Bandung, Selasa (15/9/2026).
Koordinator Divisi Hukum dan Pendidikan Pelatihan Bawaslu Jawa Barat, Usep Agus Zawari, menegaskan bahwa jurnal kelembagaan ini diproyeksikan sebagai ruang dialektika yang berkelanjutan untuk membedah dinamika demokrasi melalui pendekatan akademik.
“Targetnya, jurnal ini menjadi laboratorium gagasan. Bukan hanya soal teknis pemilu, tetapi isu demokrasi secara luas agar menjadi referensi studi di Jawa Barat maupun nasional,” ujar Usep.
Hingga saat ini, Bawaslu Jawa Barat tercatat sebagai satu dari hanya dua Bawaslu di Indonesia yang konsisten mempertahankan keaktifan penerbitan jurnal ilmiah kelembagaan.
Akademisi Universitas Islam Nusantara (Uninus), Dr. Ahmad Jamaludin, M.H., mengingatkan agar pengelola Jurnal Keadilan Pemilu tetap teguh menjaga idealisme akademik di tengah maraknya komersialisasi dan industrialisasi jurnal ilmiah.
“Kualitas adalah kunci utama indeksasi. Tidak boleh ada lagi hak istimewa bagi penulis internal; seluruh naskah wajib melalui mekanisme telaah mandiri, menyajikan kebaruan riset, serta ditopang rujukan mutakhir yang terindeks global,” tegas Ahmad.
Sementara itu, pengelola jurnal eksternal, Dr. (C). M. Husni Abdullah Pakarti, S.H., M.H., optimistis tata kelola Open Journal System (OJS) Jurnal Keadilan Pemilu berpeluang menembus indeksasi internasional bereputasi seperti Scopus dalam dua tahun mendatang.
Menurut Husni, tema keadilan pemilu dan pengawasan elektoral daerah memiliki diferensiasi konten yang bernilai tinggi dan langka di kancah internasional, asalkan didorong kemandirian tata kelola serta dukungan penuh pimpinan kelembagaan.
Tantangannya, selain memenuhi standar indeksasi global yang ketat, masifnya penggunaan kecerdasan buatan (artificial intelligence) menuntut kepekaan insting para penelaah (reviewer) untuk menguji orisinalitas naskah yang kerap luput dari deteksi uji kesamaan (similarity).
Melalui standardisasi penulisan yang ketat dan independensi telaah naskah, Bawaslu Jawa Barat bertekad memperkokoh Jurnal Keadilan Pemilu sebagai etalase keilmuan hukum kepemiluan yang berdaya saing global.
Penulis: Jihad Khufaya
Editor: Andhika Pratama
Foto: Dokumentasi Humas Bawaslu Jabar